Postingan

Menampilkan postingan dengan label resensi

CINTA SEJATI BUNDA

Identitas Cerpen  Judul Cerpen : Malaikat Juga Tahu (dalam kumpulan cerpen Rectoverso)  Penulis : Dewi Lestari (Dee)  Cerpen terdapat pada halaman : 11 – 21  Penerbit : Goodfaith  Cetakan ke- : IV (Januari 2009) Cerpen “Malaikat Juga Tahu” diawali dengan pemaparan mengenai tokoh Abang. Cerpen ini bercerita tentang tokoh Bunda yang memiliki dua orang anak. Anak pertamanya yang biasa dipanggil Abang menderita keterbelakangan mental. Abang mencintai seorang gadis. Namun gadis tersebut mencintai anak kedua Bunda yang normal. Kasih sayang dan kesabaran Bunda menjadi fokus dalam cerpen ini. Cerpen ini dikemas menjadi menarik oleh Dee dengan penokohan yang kuat, terlihat dari caranya mendeskripsikan setiap tokohnya dengan jelas, membuat pembaca ikut merasakan apa yang dialami oleh tokoh. Padatnya narasi pada cerpen ini memudahkan pembaca untuk memahami alur cerita. Gaya bahasa Dee dalam menuliskan cerpennya melayangkan imajinasi pembaca. Perumpamaan-perumpamaan yang ...

Madre, A Must Read Book

Gambar
Madre – Dewi Lestari Alright, aku mau coba bikin semacam resensi dari buku yang baru aku baca, Madre. Buku ini hadiah ultahku dari aunty aku tersayaaaang :D Identitas buku Judul buku : Madre Penulis : Dewi Lestari Penerbit : Bentang Pustaka Cetakan ke- : dua, Agustus 2011 Tebal buku : xiv + 162 hlm, 20 cm Siapa sih yang ga kenal sama Dewi Lestari? Hayo siapa? Penulis yang satu ini udah terkenal banget deh. Selain sebagai penulis Dee juga dikenal sebagai penyanyi. Karya pertama Dee yang aku baca adalah Supernova : Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh. Untuk ukuran aku yang masih SMA, bisa dibilang novel itu cukup berat. Bahasanya tinggi siih, mungkin aku aja yang ga nyampe ya pemahamannya. Tapi setelah beberapa kali aku baca akhirnya paham juga sih maksudnya. Dan setelah baca itu aku langsung jatuh cinta sama tulisan Dee. Tulisannya puitis, romantis, tapi realistis, dan seringkali nyeleneh . Sekarang ...

Rectoverso

Gambar
Sinopsis : 11 Kisah Dewi Lestari, yang bernama pena Dee, kali ini hadir dengan mahakarya unik dan pertama di Indonesia, 'RectoVerso' merupakan hibrida dari fiksi dan musik, terdiri dari sebelas cerita pendek dan sebelas lagu yang bisa di nikmati secara terpisah maupun bersama-sama. Keduanya saling melengkapi bagaikan dua imagi yang seolah berdiri sendiri tapi sesungguhnya merupakan satu kesatuan. Inilah cermin dari dua dunia Dewi Lestari yang ia ekspresikan dalam nafas kreativitas tunggal bertajuk 'RectoVerso'. Dengan fiksinya. Baca musiknya. Lengkapi penghayatan anda dan temukan sebuah pengalaman baru. 'Rectoverso adalah lompatan dari buku-buku Dee sebelumnya. Karya ini membuat kita menghargai, menghormati, dan menikmati dunia personal.' - Seno Gumira Ajidarma - 'Bagi saya, cerita-cerita ini karya Dee yang terbaik: matang tapi tetap dengan rasa murni, sederhana tapi menampilkan apa yang luar biasa dari permukaan yang biasa.' - Goenawan Moha...
Gambar
Sinopsis : Buku keempat dari tetralogi laskar pelangi 'Jika dulu aku tak menegakkan sumpah untuk sekolah setinggi-tingginya demi martabat ayahku, aku dapat melihat diriku dengan terang sore ini: sedang berdiri dengan tubuh hitam kumal, yang kelihatan hanya mataku, memegang sekop menghadapi gunungan timah, mengumpulkan nafas, menghela tenaga, mencedokinya dari pukul delapan pagi sampai magrib, menggantikan tugas ayahku, yang dulu menggantikan tugas ayahnya. Aku menolak semua itu! Aku menolak perlakuan buruk nasib kepada ayahku dan kepada kaumku. Kini Tuhan telah memeluk mimpiku. Atas nama harkat kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak kepada para pemberani.' Keberanian dan keteguhan hati telah membawa ikal pada banyak tempat dan peristiwa. Sudut-sudut dunia telah dia kunjungi demi menemukan A Ling. Apa pun ikal lakukan demi perempuan itu. Keberaniannya ditantang ketika tanda-tanda keb...
Gambar
Sinopsis : Buku keempat dari tetralogi laskar pelangi 'Jika dulu aku tak menegakkan sumpah untuk sekolah setinggi-tingginya demi martabat ayahku, aku dapat melihat diriku dengan terang sore ini: sedang berdiri dengan tubuh hitam kumal, yang kelihatan hanya mataku, memegang sekop menghadapi gunungan timah, mengumpulkan nafas, menghela tenaga, mencedokinya dari pukul delapan pagi sampai magrib, menggantikan tugas ayahku, yang dulu menggantikan tugas ayahnya. Aku menolak semua itu! Aku menolak perlakuan buruk nasib kepada ayahku dan kepada kaumku. Kini Tuhan telah memeluk mimpiku. Atas nama harkat kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak kepada para pemberani.' Keberanian dan keteguhan hati telah membawa ikal pada banyak tempat dan peristiwa. Sudut-sudut dunia telah dia kunjungi demi menemukan A Ling. Apa pun ikal lakukan demi perempuan itu. Keberaniannya ditantang ketika tanda-tanda keb...